Institut For Islamic Studies and Civilization (INFISTICA) IAIN Walisongo Semarang (Melangkah bersama kembalikan kejayaan Islam) ”Tidakkah engkau perhatikan orang-orang (munafik) yang menjadikan suatu kaum yang telah dimurkai Allah sebagai sahabat? Orang-orang itu bukan dari (kaum) kamu dan bukan dari (kaum) mereka. Dan mereka bersumpah atas kebohongan, sedang mereka mengetahuinya” (QS. Al-Mujadilah:14) “Serulah (manusia) kepada Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125) Segala puji hanya bagi Allah pemilik seru sekalian alam. Yang telah menjadikan manusia sebagai wakil-Nya dimuka bumi untuk memakmurkannya. Yang menghamparkan keindahan dan kesempurnaan tanpa batas diseluruh alam semesta. Yang telah menurunkan hujah yang nyata bagi manusia untuk keselamatan dengan ayat-ayat-Nya. Hanya kepada-Nya lah kita mengembalikan segala urusan. Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Seseorang yang penuh keberanian dan kewibawaan dalam melawan segala bentuk kejahiliyahan dan penyimpangan umat manusia. Melalui dirinyalah telah sampai kepada kita sebuah risalah suci yang akan mampu mengantarkan kita kepada keselamatan dunia dan akherat. Adalah impian setiap mukmin untuk melihat Islam kembali berjaya dan memimpin peradaban dunia. Sebuah pohon kejayaan yang telah begitu kuat menghujam dalam bumi dan mengakar begitu dalam sehingga berbuah peradaban yang unggul dalam berbagai bidang kehidupan. Maka tidak mengherankan saat itu telah berdiri benteng-benteng kokoh di Andalusia, istana-istana megah di Baghdad, ataupun masjid-masjid besar diseluruh negri kaum muslimin. Namun yang jauh lebih berharga adalah diagungkan-Nya Asma Allah dan ditunaikanya syariat-Nya dengan rasa aman dinegeri-negeri kaum muslim. Hal itu sangatlah kontras dengan kondisi umat yang ada saat ini. Umat Islam mengalami ketepurukan dalam segala bidang dan lini kehidupan baik dari segi ekonomi, politik, sosial maupun budaya. Dari segi politik internasional umat ini tidak punya cukup bargaining power untuk menghadapi hegemoni Barat. Demikian pula secara ekonomi, negeri-negeri muslim berdiri layu di bawah bayang-bayang kapitalisme. Bahkan kalau kita lihat realita yang ada negeri-negeri muslim menempati urutan atas dalam jajaran negeri miskin dan korup. Dalam sektor sosial budaya bisa dikatakan bahwa umat Islam saat ini berada dalam wilayah pinggiran. Karena itu tidak mengherankan budaya-budaya yang bercorak hedonistik, materialistik dan konsumeristik ala Barat yang liberal sering kita dapati berkembang pesat dinegeri muslim. Orang Islam tidak lagi bangga dengan kultur keIslaman yang dimiliki, bahkan menggadaikanya dengan harga yang sangat murah. Semua itu tidak terlepas dari upaya barat untuk menanamkan kekuasanya atas umat Islam dengan kekuatan fisik ataupun jalan yang halus. Semua itu semakin mulus dengan adanya orang Islam yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja membantunya. Dunia intelektual merupakan salah satu pilar yang mempunyai peranan yang sangat besar dalam pengembangan umat. Dari dunia intelektual inilah serangkaian konsep dibuat untuk kemudian dapat diaplikasikan dalam gerakan-gerakan yang nyata. Dari situ pulalah peradaban secara real dapat terwujud. Karena itulah intelektual yang lurus akan menghasilkan pemikiran yang lurus, dan ketika pemikiran itu di aplikasikan dalam kehidupan nyata akan melahirkan sesuatu yang lurus pula. Dalam Islam sendiri segala sesuatunya harus dikembalikan kepada Allah yang direpresentasikan dengan Al-Qur’an, dan harus merujuk pada Rasulullah, termasuk didalamnya dunia pemikiran. Dari situ diharapkan bisa lahir pemikiran yang lurus dan betul-betul berlandaskan Al-Qur’an dan Hadits. Pengaruh pemikiran barat dalam dunia keIslaman tidak dapat dipungkiri lagi saat ini. Jika dikaji secara mendalam keilmuan barat ternyata kaya dalam aspek metodologi tetapi miskin nilai, karena itu pulalah kemegahan ilmu pengetahuan dan peradaban mereka berbuah berbagai penyimpangan. Produk-produk pemikiran yang telah terkontaminasi dan mengatas namakan Islam tersebut cenderung mendistorsi bahkan menjauhkan ajaran Islam dari kemurnianya. Hal itu berawal dari terpananya intelektual muslim akan ilmu pengetahuan barat dan kekurang percayaan diri pada keilmuan Islam yang mandiri. Oleh karena itu dengan begitu mudah mereka mengambil metodologi keilmuan barat dan menerapkanya dalam keilmuan Islam. Terkadang metodologi tersebut diambil secara mentah-mentah, tetapi terkadang dengan memodifikasinya. Hal ini semakin menjadi-jadi ketika hasil-hasil pemikiran itu dikembangkan dan disebarkan secara sistematis melalui dunia pendidikan yang dampaknya adalah out put dunia pendidikan itu sendiri. Berawal dari keprihatinan itulah maka perlu didirikan sebuah forum yang mempunyai fokus untuk mengkaji dan membongkar pemikiran keIslaman disamping isu-isu kontemporer yang sedang berkembang, terutama yang cenderung merusak. Forum tersebut diharapkan bisa memberikan informasi berupa publikasi kepada masyarakat terkait pemikiran-pemikiran yang ada, bahkan diharapkan mampu memberikan counter. VISI dan MISSI “Menjadi sebuah wadah untuk melahirkan intelektual muslim yang peka dan tanggap dengan kondisi umat Islam yang sedang berkembang” Missi: 1. Menyelenggarakan kajian terhadap pemikiran keIslaman. 2. Melakukan counter terhadap pemikiran yang menyesatkan. 3. Menyelenggarakan kegiatan publikasi dan penyebarluasan hasil kajian. | |||||||||||
Al-Quran, Pluralisme Agama dan Jalan KeselamatanJika pemeluk agama apapun –dengan alasan mereka beriman—dianggap masuk surga, maka, setan juga penghuni surga. Tapi setan tetap dianggap “kafir” Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi Kelompok yang mengaku dirinya sebagai kaum liberal mengklaim bahwa... more
| |||||||||||